TENTANG PANCASILA
PANCASILA satu Campuran dari pada :
1. Shintoisme Jepang
2. Syirik Indonesia_Animisme, dengan persembahan kepada Blorong, Dwi Sri, Dewi ( Ibu ) Pertiwi dll. Dewa Ciptaan, tiada bedanya dengan persembahan kepada Dewa Wisnu, Brahma dll atau kejawen, Sebuah model persembahan berhala, yang berlaku di Jawa Tengah dan sekitar.
3. Hakko Icciu, alias Teori Penipuan, kemakmuran asia timur " Raja" buatan jepang semasa zaman pendudukan, dan Nasionalisme Indonesia Jahil, yang agak kemerah – merahan.
== "Tuhan ala Pancasila tidak mempunyai wujud, sifat perbuatan dll yang tentu, baik yang "Wajib", yang "Haq" maupun yang "mustahil" ; "Tuhan" yang tidak memerintah dan tidak pula "Melarang" ; "Tuhan" yang tidak menurunkan "Nabinya" dan wahyunya ; "Tuhan" yang bebas , yang boleh dibayangkan dan ditafsirkan oleh tiap-tiap manusia, menurut kehendak pikiran dan perasaannya masing-masing, walaupun oleh manusia yang sesat , yang anti Tuhan sekalipun ( Komunisme ) ; "Tuhan" inikah yang didalam ilmu "Kejawen" disebut dengan istiah "Alam Suwung Wangwung" ( Tiada sesuatu alias kosong ).
== Al-hasil "Tuhan"ini adalah "Tuhan" buatan manusia, " Tuhan Ciptaan Sukarno". Lebih-lebih lagi, tampak bohong dan palsunya "tuhan" ala Pancasila, dimana "Tuhan" Pancasila itu dipersamakan / didudukanh sejajar dengan Allohukbar.
Kalau diantara "Pemimpin" Islam dikalangan pemerintah masih juga ada yang berpendapat , bahwa "Tuhan" ala Pancasila itu sama dengan Alloh didalam Al-Quran, maka faham dan pendapat, keyakinan dan kepercayaan yang serupa itu teranglah salah, sesat dan keliru semata. Hendaklah "Pemimpin" Islam yang Musyrik dan memusyrikan itu _walaupun denga tidak sengaja, hanya karena bodoh, hilaf belaka_secara insyaf. Sadar dan taubat kepada Alloh !!! Sayang Ibadah yang dilakukan seumur hidupnya hanyalah dihadapkan dan diperuntukan kepada "Tuhan bayangan" belaka.
Menurut Simatupang : Katanya, Pancasila itu Prinsip Banci, Alias bukan ini dan bukan itu. Pokonya : ditenga-tengah, Kerennya : Bukan Negara Agama, Bukan pula Sekuluer
Wallahu’alam Bissawab
Copy Right Madinah Indonesia 1949
1. Shintoisme Jepang
2. Syirik Indonesia_Animisme, dengan persembahan kepada Blorong, Dwi Sri, Dewi ( Ibu ) Pertiwi dll. Dewa Ciptaan, tiada bedanya dengan persembahan kepada Dewa Wisnu, Brahma dll atau kejawen, Sebuah model persembahan berhala, yang berlaku di Jawa Tengah dan sekitar.
3. Hakko Icciu, alias Teori Penipuan, kemakmuran asia timur " Raja" buatan jepang semasa zaman pendudukan, dan Nasionalisme Indonesia Jahil, yang agak kemerah – merahan.
== "Tuhan ala Pancasila tidak mempunyai wujud, sifat perbuatan dll yang tentu, baik yang "Wajib", yang "Haq" maupun yang "mustahil" ; "Tuhan" yang tidak memerintah dan tidak pula "Melarang" ; "Tuhan" yang tidak menurunkan "Nabinya" dan wahyunya ; "Tuhan" yang bebas , yang boleh dibayangkan dan ditafsirkan oleh tiap-tiap manusia, menurut kehendak pikiran dan perasaannya masing-masing, walaupun oleh manusia yang sesat , yang anti Tuhan sekalipun ( Komunisme ) ; "Tuhan" inikah yang didalam ilmu "Kejawen" disebut dengan istiah "Alam Suwung Wangwung" ( Tiada sesuatu alias kosong ).
== Al-hasil "Tuhan"ini adalah "Tuhan" buatan manusia, " Tuhan Ciptaan Sukarno". Lebih-lebih lagi, tampak bohong dan palsunya "tuhan" ala Pancasila, dimana "Tuhan" Pancasila itu dipersamakan / didudukanh sejajar dengan Allohukbar.
Kalau diantara "Pemimpin" Islam dikalangan pemerintah masih juga ada yang berpendapat , bahwa "Tuhan" ala Pancasila itu sama dengan Alloh didalam Al-Quran, maka faham dan pendapat, keyakinan dan kepercayaan yang serupa itu teranglah salah, sesat dan keliru semata. Hendaklah "Pemimpin" Islam yang Musyrik dan memusyrikan itu _walaupun denga tidak sengaja, hanya karena bodoh, hilaf belaka_secara insyaf. Sadar dan taubat kepada Alloh !!! Sayang Ibadah yang dilakukan seumur hidupnya hanyalah dihadapkan dan diperuntukan kepada "Tuhan bayangan" belaka.
Menurut Simatupang : Katanya, Pancasila itu Prinsip Banci, Alias bukan ini dan bukan itu. Pokonya : ditenga-tengah, Kerennya : Bukan Negara Agama, Bukan pula Sekuluer
Wallahu’alam Bissawab
Copy Right Madinah Indonesia 1949
Tidak ada komentar:
Posting Komentar